Di game Driver, kita malah dituntut untuk menyetir sembarangan dan melakukan pelanggaran sebanyak mungkin agar rate Felony-nya bertambah dan berhasil memancing polisi untuk keluar dari markas dan mengejar mobil yang kita kendarai. Bagi beberapa pemain Driver yang sudah kepalang bijak dalam berkendara, game tersebut malah jadi media berlatih mereka untuk meminimalisasi pelanggaran baik dalam bentuk permainan virtual maupun di dunia nyata. Atas motif seperti ini, game simulasi ini, menurut saya, menggambarkan seperti apa kita membawa kendaraan di dunia nyata. Namun memiliki dua kemungkinan; menggunakan game sebagai refleksi di dunia nyata atau menjadi tempat melontarkan kekecewaan karena di non-virtual, mereka terlalu bijak. Untuk soal ini, alasan kedua merupakan yang menjadi daya tarik saya sulit lepas dari game Driver.
Seingat saya, game ini pertama kali saya mainkan sejak Sony PlayStation baru saja merilis katalog pertama mereka. Lupa pengembangnya siapa. Yang jelas, walaupun dibuat dengan kualitas gambar 3D yang seadanya, saya merasakan kegembiraan luar biasa untuk dapat menyetir mobil sebegajulan mungkin di jalan dan main kucing-kucingan dengan polisi-polisi virtual yang terlalu strict di daerahnya. Bayangkan saja, hanya dengan mengegas kencang sampai mengeluarkan sedikit asap saja, polisi mendeteksi bahwa kita akan melakukan pelanggaran lalu lintas. Untuk menghindari permainan berakhir begitu saja, kita harus kabur dengan driving skill yang tinggi lepas dari kejaran mereka. Kalau beruntung, Anda akan menemukan tempat kosong tersembunyi yang tidak bisa terdeteksi polisi.
Baru saja mobil saya-virtually-terhantam kuat-kuat oleh gerombolan polisi yang tanpa ampun mengejar saya di sebuah distrik di San Fransisco. Tidak tahu kenyataannya seperti apa, yang jelas banyak jalan yang curam di sana. Salah belok sedikit, atau terpaksa ditabrak dari belakang oleh polisi, mobil dapat oleng dengan mudahnya. Melihat mobil yang tertabrak dengan hebatnya merupakan kegemilangan di hati walau saya tak pernah berharap kejadian ini terjadi di dunia nyata. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, mobil virtual saya tertabrak sampai terbang ke langit. (Mungkin) pemrograman yang belum menyeluruh saat mendesain permainan ini, membuat kejadian tersebut nampak tak manusiawi.

Menurut pengamatan saya, gedung di pinggir jalan tersebut diperkirakan setinggi 10 meter atau lebih (20 meter? Karena bentuknya seperti Rumah Toko). Untuk bisa melakukan terbang bebas di udara karena terhantam sesuatu, diperlukan kekuatan yang (mungkin) lebih besar demi menciptakan tekanan dan gesekan masif (?). Untuk pertama kalinya pula, sejak saya bermain Driver di Sony PlayStation versi pertama sampai memainkan game simulasi ini di iPod touch, saya mulai kehilangan faith untuk tetap menggunakan Driver sebagai tempat saya lari dari kenyataan.

Kemudian saya berbalik ke Coin Dozer. Permainan yang biasa ditemui di tempat-tempat judi instan. Memasukkan koin untuk mendorong koin-koin yang sudah tersusun secara acak di dalamnya. Menunggu mereka terjatuh agar jumlahnya "berlipat ganda". Yang ini didesain lebih maksimal. Gerakan dan logika fisikanya terprogram dengan (hampir) sempurna. Sayangnya koin-koin tersebut tidak bisa dan tak akan pernah bisa keluar dari dalam iPod touch saya di saat daftar tagihan sana-sini sudah masuk e-mail, sudah datang ke rumah, sudah diinput di Klik BCA telah menggunung. Driver dan Coin Dozer nyatanya tak menyelamatkan kehidupan finansial saya.
Untuk itu; saya harus cari kerja lagi!
P.S. post ini dibuat demi menambah jumlah tulisan yang sudah lama tidak bertambah di blog saya. Mengingat ini proyek mengejar kuantitas, maka maaf saja kalau saya tidak memikirkan ke mana dan bagaimana tulisan ini berkembang. Random saja lah. Maunya berkembang ke mana-mana kaya Chuck Klosterman, tapi jadinya gini doang. Hehe. Shit.
Seingat saya, game ini pertama kali saya mainkan sejak Sony PlayStation baru saja merilis katalog pertama mereka. Lupa pengembangnya siapa. Yang jelas, walaupun dibuat dengan kualitas gambar 3D yang seadanya, saya merasakan kegembiraan luar biasa untuk dapat menyetir mobil sebegajulan mungkin di jalan dan main kucing-kucingan dengan polisi-polisi virtual yang terlalu strict di daerahnya. Bayangkan saja, hanya dengan mengegas kencang sampai mengeluarkan sedikit asap saja, polisi mendeteksi bahwa kita akan melakukan pelanggaran lalu lintas. Untuk menghindari permainan berakhir begitu saja, kita harus kabur dengan driving skill yang tinggi lepas dari kejaran mereka. Kalau beruntung, Anda akan menemukan tempat kosong tersembunyi yang tidak bisa terdeteksi polisi.
Baru saja mobil saya-virtually-terhantam kuat-kuat oleh gerombolan polisi yang tanpa ampun mengejar saya di sebuah distrik di San Fransisco. Tidak tahu kenyataannya seperti apa, yang jelas banyak jalan yang curam di sana. Salah belok sedikit, atau terpaksa ditabrak dari belakang oleh polisi, mobil dapat oleng dengan mudahnya. Melihat mobil yang tertabrak dengan hebatnya merupakan kegemilangan di hati walau saya tak pernah berharap kejadian ini terjadi di dunia nyata. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, mobil virtual saya tertabrak sampai terbang ke langit. (Mungkin) pemrograman yang belum menyeluruh saat mendesain permainan ini, membuat kejadian tersebut nampak tak manusiawi.

Menurut pengamatan saya, gedung di pinggir jalan tersebut diperkirakan setinggi 10 meter atau lebih (20 meter? Karena bentuknya seperti Rumah Toko). Untuk bisa melakukan terbang bebas di udara karena terhantam sesuatu, diperlukan kekuatan yang (mungkin) lebih besar demi menciptakan tekanan dan gesekan masif (?). Untuk pertama kalinya pula, sejak saya bermain Driver di Sony PlayStation versi pertama sampai memainkan game simulasi ini di iPod touch, saya mulai kehilangan faith untuk tetap menggunakan Driver sebagai tempat saya lari dari kenyataan.

Kemudian saya berbalik ke Coin Dozer. Permainan yang biasa ditemui di tempat-tempat judi instan. Memasukkan koin untuk mendorong koin-koin yang sudah tersusun secara acak di dalamnya. Menunggu mereka terjatuh agar jumlahnya "berlipat ganda". Yang ini didesain lebih maksimal. Gerakan dan logika fisikanya terprogram dengan (hampir) sempurna. Sayangnya koin-koin tersebut tidak bisa dan tak akan pernah bisa keluar dari dalam iPod touch saya di saat daftar tagihan sana-sini sudah masuk e-mail, sudah datang ke rumah, sudah diinput di Klik BCA telah menggunung. Driver dan Coin Dozer nyatanya tak menyelamatkan kehidupan finansial saya.
Untuk itu; saya harus cari kerja lagi!
P.S. post ini dibuat demi menambah jumlah tulisan yang sudah lama tidak bertambah di blog saya. Mengingat ini proyek mengejar kuantitas, maka maaf saja kalau saya tidak memikirkan ke mana dan bagaimana tulisan ini berkembang. Random saja lah. Maunya berkembang ke mana-mana kaya Chuck Klosterman, tapi jadinya gini doang. Hehe. Shit.
Current Location: Indonesia, Jakarta
Current Mood:
lethargic
lethargicCurrent Music: PJ Harvey's The Glorious Land
2 comments | Leave a comment


full
discontent
awake
energetic
cynical
nostalgic



